When i turn my self into makeup artist world

Engga pernah kebayang sama sekali bahwa profesi makeup artist itu akan menjadi profesi yang dengan senang hati saya jalani.

Sama seperti anak anak kebanyakan bayangan saya waktu sma dulu akan masa depan itu sesimple selesaikan sekolah, kuliah, cari kerja dan menikah. Kerja yang saya bayangkan pun kerja kantoran di gedung pencakar langit jakarta sana. Makanya begitu selesai kuliah rajin untuk kirim kirim cv ke perusahaan perusahaan dan ikut ikut tes kesana kemari. Tapi karena saya berasal dari keluarga yang cukup protektif dan ayah yang memiliki usaha sendiri, pilihan untuk ikutan MT itu tidak memungkinkan, jadi yaa antara cari kerja di Jakarta atau ikut kerja sama ayah. Cuma dua itu pilihannya.

Continue reading

Our First Met

It was March 12th, 2014.

Hari pertama saya bekerja sebagai karyawan magang di sebuah bank ternama ibukota, dan hari pertama juga akhirnya saya bertemu dengan dia.

Kalau ada yang bertanya, pernah terbersit engga kalau bakal jadi pasangan pas pertama ketemu, jawabannya sudah pasti engga. Lah orang waktu itu saya punya pacar LDR sih tapi tetep aja berstatus, dianya sih single. Belum lagi kita berdua itu bukan selera masing masing. perbedaan paling jauh itu rumah! Haha iya rumah, rumah saya di depok, dan dia di rawamangun. Tau dong tipikal tipikal lelaki yang engga mau punya pacar jauh jauh. Capek sis nganternya.

Continue reading

Kerja Kantoran

Dari dulu tuh ya kalo ngeliat di tv tv orang kantoran kok kayaknya keren ya. Meskipun cita cita sebenarnya jadi ibu rumah tangga yang punya usaha
sendiri, jadi keluarga tetap bisa terurus. Tapi pengalaman kerja kan juga perlu. Jadi ibu runah tangga bukan berarti engga boleh nyobain kerja kantoran kan. Cuma kesempatan kerja di kantoran agak sulit mengingat orang tua yang awalnya kurang mendukung saya kerja diluar dan lebih prefer saya ngelanjutin bisnis keluarga.

Continue reading

Yang indah atau yang praktis?

Menengok kotak memory yang isinya foto foto lama saya berambut panjang. Kok kayaknya kangen ya punya rambut panjang, yang kalau habis nyalon dan blow masuk tuh indaaah banget kesannya.

Tapi kalau dijalani sehari hari. Dibalik itu banyak susahnya. Berhubung rambut saya super lurus kayak orang dismoothing. Jadilah rambut saya yang di trap itu tiap pagi ngebebek. Pilihannya keramas tiap hari atau ngeblow tiap pagi atau yaaa terima aja rambut bebeknya.

Dulu sih masih rajin mau repot pagi pagi blow atau catok. Tapi makin dewasa (maaf ya saya belum tua) ngerasa itu tuh repot. Jadi yang praktis ya rambut pendek. Tinggal basahin dan sisir dikir beres deh, tanpa blow atau catok. Keramas pun engga perlu tiap hari.

Continue reading

An old friend

Di sore ini ada yang sedikit berbeda, karena akhirnya ada seorang teman yang berkunjung ke kota. Membuat minggu sore yang biasanya hanya diisi nonton tv atau sekedar baca komik berubah haluan. Akhirnya bertemu teman lama yang lebih dari setahun ini belum bertemu, jangan kan bertemu berkomunikasi pun terbatas. Tak ada yang spesial sejatinya dipertemuan ini, hanya dua teman lama yang kebetulan berada di kota yang sama dan ingin sekedar berbincang.

Continue reading

?

Pagi kian merapat, dan hujan tetap asyik turun ke daratan.
Namun mata rasanya sulit untuk terpejam.
Teringat berbagai kisah yang pernah ada dan kini hanya berupa memori.
Sebagian ingin melupa, sebagian lagi terus bertanya.
Perlukah kenangan itu dilupa?

Getting Married

Saya termasuk seseorang yang ingin menikah diusia muda. Sekitar 23 -25 tahun, jadi tetep ada waktu beberapa tahun untuk bebas, bekerja dan tralalatrilili.Berhubung saya dan teman saya ini menjalani hubungan yang bukan anak SMA lagi, jadi tentu hal ini sudah saya bicarakan jauh jauh hari, setidaknya agar dia tahu apa yang jadi resikonya. Belum lagi orang tua saya juga tipikal yang ingin anaknya engga usah pacaran lama lama tapi cepet cepet nikah, ya wajar sih namanya juga orang tua.

Continue reading