Akupunktur kehamilan

Hola!

Di post saya yang cerita tentang pertemuan pertama dengan bidan Erie Bidan Erie Marjoko untuk membantu optimalisasi posisi janin saya yang masih sungsang agar kepalanya ke bawah dan menuju jalan lahir, budhe memberi saya beberapa saran, salah satunya akupunktur kehamilan. Budhe menyarankan aku akupunktur ke true nature holistic dengan mas Reza atau mas Jefrey.

Pertama googling tentang True Nature Holistic, saya masih agak bingung bagaimana cara daftarnya, karena sempat dengar dari sesama bumil saat yoga, dia bilang jadwal mas Reza sering penuh. Lalu saya ketemu blog mas Reza, itupun awalnya masih bingung, sampai akhirnya di salah satu post ada nomor telfon resepsionisnya dan pas saya telfon mbanya bilang untuk janji temu bisa langsung email ke mas Reza, dan kamipun email emailan. Awalnya untuk menjadi pasien baru di True Nature Holistic, saya diminta isi form pasien baru via google form, nanti dievaluasi siapa yang akan menangani saya/pasien baru, karena setahu saya ada beberapa therapist di TNH. Ternyata saya ditangani langsung oleh mas Reza, lalu beberapa hari kemudian saya diberikan link untuk membuat janji temu dengan mas Reza. Benarlah itu jadwal mas reza penuh, dari saat saya buka linknya, saya baru bisa buat janji temu dua minggu kemudian.

Dua minggu pun berlalu, h-1 saya di telfon resepsionis TNH untuk reschedule jadwal, hanya dimajukan sejam sih, jadi no big deal, enak juga malah bukan lagi pas jam macet. saya sampai sekitar jam 11 kurang 15 dan baru masuk ruangan 11.15 sepertinya pasien sebelumnya ada yang telat datang, karena sesi pertemuan dengan mas reza ini bener bener satu jam, jadi baiknya kalau janjian untuk terapi in time ya, biar engga bikin yang setelah kita menunggu. hehe

Sampai di ruangan praktek ada dua sofa, single dan double, yang single untuk mas Reza dan yang double untuk pasien dan suami, serta ada satu ranjang untuk sesi akupunktur. Pertama tama saya ditanya mengenai kondisi saya (membahas yg saya isi di google form) hpht, hpl, serta keluhan apa yang saya alami selama kehamilan. Saya ceritakanlah kondisi bikornis saya dan posisi bayi yang masih sungsang, serta keluhan saya yang sering insomnia. Dari interview itu mas Reza jadi tau treatment apa yang harus dilakukan terhadap saya. Oh iya, pada saat sesi terapi pertama usia kehamilan saya menginjak 32w2d.

Dari cek nadi dan hasil interview, mas Reza bilang bahwa liver saya kurang istirahat, karena waktu charge liver itu kan saat tidur jam 22.00-03.00 kalau saya tidur jam 2 pagi ya livernya cuma ke charge sejam, belum kalau saya tidur lebih pagi dari itu, nah kondisi ini di treatment sama mas Reza, sebelum memulai treatment pregnancy saya. Pas treatment awal ini sebentar dan hanya menggunakan satu jarum, mungkin karena sudah biasa akupunktur china yang jarumnya lebih tebal, begitu di akupunktur sama mas Reza engga sakit sama sekali.

Selesai akupunktur untuk mengatasi kelemahan saya, selanjutnya mulai treatment untuk kasus pregnancy saya. Yang mas Reza tekankan disini adalah, dia harap saya engga ngotot untuk memilih melahirkan dengan cara tertentu, dan akhirnya ketika hal itu tidak dapat dipenuhi saya jadi kecewa dan merasa usaha yang sebelumnya saya lakukan sia sia. Memang dari awal tujuan saya sih usaha saja dulu supaya babynya engga sungsang dan dapat lampu hijau untuk normal, tapi kalau memang terpaksa harus sesar pun saya sudah ikhlas dari sekarang. hehe.

Pertama tama mas Reza treat saya menggunakan daun moxa yang dibakar pada titik titik tertentu, tujuannya ada 2 agar rongga rahim lebih luas (kalau tidak salah, pokoknya nambahin space deh) dan untuk menstimulasi si baby memutar tubuhnya. Selama daun moxa itu dibakar dititik untuk meluaskan spacenya, si dede banyak gerak gerak, tapi pas di titik sungsang dia cuma nendang dua kali. hahaha. Setelah selesai treatment dengan daun moxa, lanjut ke treatment akupunktur yang tujuannya agar saya dan bayi lebih sehat. Paling berasa berbeda dengan akupunktur saya jaman dulu adalah jumlah jarum yang digunakan, tadi sih hanya empat ya, sedangkan kalau dulu saya akupunktur biasa bisa banyak banget jarumnya. Lalu saya dibiarkan sediri diruangan kurang lebih 15 menit agar lebih tenang dan akupunkturnya bekerja lebih baik. Setelah itu sudah deh.

Dengan kasus bikornis dan rumah saya yang masih di lingkup jabodetabek, saya diharapkan untuk akupunktur seminggu sekali, saya sih oke oke saja, pokoknya usahakan yang terbaik untuk dede bayi hehe. Saran saya kalau mau sesi terapi dengan mas Reza, pakai dress atau celana dan lengan yang bisa digulung ya, biar engga ribet. hehe

Pertemuan kedua

Seminggu berselang saya kontrol lagi dengan mas reza, kali ini mas reza ditemanin oleh asisten cantik, yaitu putrinya Atisha. Lucu deh ngeliat Tisha yang masih kelas dua SD itu bantuin jadi asisten papanya, dan Tisha juga sudah cukup familier dengan apa yang papanya kerjakan.

Oke saya ceritakan beberapa keluhan dan kemajuan selama seminggu setelah saya akupuktur pertama ya.

  1. Posisi bayi : Masih sungsang, mungkin karna memang bentuk rahim saya yang hati jadi kurang ideal, butuh effort dan waktu extra agar babynya mau ke posisi optimal, agak menyesal kenapa engga kenal Budhe dan mas Reza lebih awal.
  2. Insomnia : get better, yang kemarin suka sampai denger azan subuh baru bisa tidur, sekarang jam 11/12 juga udah ngantuk. Paling pagi pun tidur jam 2.
  3. Kesemutan di perut kiri atas : masih ada, tapi tidak sesering sebelum di akupunktur.
  4. Keluhan baru : perut saya gatel pake banget setelah akupunktur.

Dengan keluhan diatas saya dapet treatment agak berbeda di pertemuan kedua ini. Pertama tentu saja mengoptimalkan kinerja hati saya yang kurang dicharge. Setelah itu baru di treat dengan daun moxa untuk memancing baby saya memutar, selalu deh disini dia pasti aktif bergerak, padahal rasanya cuma dihangatkan di beberapa titik di kaki, tau tau baby di perut ngerasain juga.

Oh iya sebelum di moxa, mas Reza sudah memsang jarum akupunktur di titik titik yang diperlukan oleh saya, setelah treatment moxa selesai, saya diberi waktu sendiri 15 menit untuk beritirahat dan agar jarum jarum tersebut melakukan tugasnya dengan baik. Setelah 15 menit, mas Reza dan Tisha kembali lagi ke ruangan untuk melakukan treatment bagi perut saya yang gatal. Di moxa lagi, tapi dititik yang berbeda, dan saat di moxa, perut yang tadinya gatal skala 8, turun jadi hilang. Cuma sedihnya pas dirumah gatelnya balik lagi, dan memang gatel banget. Nah ini ada 2 kemungkinan memang karena babynya makin besar, dan saat akupunktur pun ruang rahim dipancing agar lebih besar untuk ruang memutar bayi dan kulit perut saya jadinya ke stretch atau, ada hubungannya dengan insomnia saya yang mengganggu fungsi hati. Untuk hal ini mas Reza nyaranin saya minta rujukan ke dokter saya untuk cek fungsi hati, kalau sampai pertemuan berikutnya masih gatel juga. Tapi pas ke dokter sih dokter bilang emang ini kulitnya lagi stretch aja, dan tipe kulit saya yg kering jadi makin parah deh, belum lagi karena perubahan hormon di trimester tiga ini.

Meskipun pas akupunktur kayaknya kok hal yang dilakukan simple, bakar daun moxa yang berasa hangat hangat di kulit, di tusuk jarum beberapa titik, yang kayaknya tusukan jarumnya engga terlalu dalam, tapi setiap selesai akupunktur tuh berasa ada hal yang membaik, dari baby jadi aktif, insomnia membaik, immune saya lebih bagus dan gatal yang (even masih ada dan masih kering banget kulit ini) berkurang.

Kurang lebih begitu cerita saya dua kali treatment akupunktur dengan mas Reza, yang mana masih saya lanjutkan sampai mendekati HPL, tapi tujuannya sudah berubah, instead of ‘memaksa’ bayi saya untuk memutar, saya lebih butuh agar saya dan bayi saya lebih sehat, dan juga lebih lancar saat melahirkan nanti, baik itu akan normal ataupun sesar. Karena pada dasarnya yang memilih jalan keluarnya seperti apa ya dede bayi sendiri, saya cuma bisa mengupayakan agar tubuh dan jiwa saya siap.

Love,

***

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s