Hypno-birthing and Hypno-breastfeeding Class

Hi Mom to be!

Jadi sekitar awal bulan april saya lihat post instagram salah seorang ibu yang melahirkan dengan proses gentle birth, dan dia berterima kasih sekali dengan @hypnobirthingindonesia , karena penasaran saya langsung meluncur ke ignya dan cek jadwal kelas mereka, saya coba menghubungi nomer yang ada di ig hypnobirthingindonesia untuk menanyakan jadwal kelas terdekat,  lalu saya direfer ke team yang menangani hypno-birthing and hypno-breastfeeding class di RSIA Kemang (KMC). Begitu tau jadwal kelasnya kapan aja dan diskusi dengan suami akhirnya kami pilih tanggal 22-23 april kemarin untuk ikut kelas ini, kebetulan pas long weekend juga kan, jadi suami ada liburnya sehari.

Awalnya saya bener bener buta   Apa itu hypno-birthing , dan main asal ikut kelas aja. Jangan ditiru ya bu ibu, baiknya ya googling dulu untuk tahu kelas itu bermanfaat untuk kita atau tidak. Setelah fix join kelas, saya baru googling nyari tau tentang hypno-birthing. Hasil dari googling awal sih hypno-birthing itu adalah teknik menghipnotis diri sendiri agar saat melahirkan bisa lebih relax dan less painful. Tau sendiri dong kalau melahirkan identik dengan kata sakit, baik secara normal maupun sesar.

Pada waktu bertanya tentang jadwal kelas, saya juga bertanya, baiknya umur kandungan berapa untuk ikut kelas hypno-birthing and hypno-breastfeeding ini. Si mba admin bilang sih sebenarnya tidak ada batasan umur ya, tapi rata rata yang ikut kelas ini dari usia 26 minggu keatas, walaupun ada juga yang ikut di usia 25 minggu. Saya sendiri saat mengikuti kelas ini usia kandungan di umur 29 minggu. FYI this gonna be a long post :p

Oh iya untuk biaya sepertinya hampir sama semua ya, rp 1,500,000/couple dan ada disc 20% untuk early bird (salah satu yg bikin saya langsung daftar kelas, Hehe. Persesi sendiri jumlah peserta tidak terlalu banyak ya sekitar 12 pasang dan tempatnya pun nyaman, setiap pasang punya sofa masing masing.

This slideshow requires JavaScript.

Begitu lah kita kira suasana kelas sekitar 15 menit sebelum kelas dimulai, hari pertama sih saya dan suami telat sekitar 30 menit, berhubung suami kalau sabtu kerja sampai jam 13.00 dan perjalanan ke Ampera butuh waktu sekitar satu setengah jam dari Depok. Kelas mulai pukul 14.00 sampai 18.00 dan ada break untuk solat ashar sekitar pukul 16.00, disediakan juga snack, kopi, teh dan tentunya air putih. Nah yang di foto foto ini sih kebanyakan hari ke 2 karna hari pertama posisi sofa kami kurang asik buat foto foto. Hehe

Oh iya, saat datang di depan lift sudah ada team dari hypno-birthing yang menunggu kita untuk absen dan memberikan goodie bag. Di dalam goodie bag itu kita diberi stiker untuk penanda nama baik kita dan suami, materi untuk dua hari program kelas ini, buku mengenai hypno-birthing, CD relaksasi hypno-birthing dan hypno-breastfeeding serta sepasang pendulum.

Saya coba sharing ilmu yang saya dapat dari 2 hari kelas hypno-birthing and hypno-breastfeeding ini yaa. Hari pertama tentunya kita dijelaskan apa itu hypno-birthing dan bagaimana melakukannya pada diri sendiri

Hypno-birthing day 1

FullSizeRender (19)

Ibu Lanny Kuswandi saat menyampaikan materi

Okay, setelah beneran ikut kelas hypno-birthing ini, saya jadi tahu apa itu hypno-birthing. Untuk di Indonesia sendiri teknik hypno-birthing ini mulai dikenalkan oleh ibu Lanny Kuswandi pada tahun 2002. Hypno-birthing adalah upaya alami untuk menanamkan niat pada pikiran bawah sadar untuk menghadapi persalinan dengan sadar, tenang, dan nyaman (autohypnosis). Bukan artinya kita melahirkan dalam kondisi di hipnotis ya mom. Pada penerapannya, hypno-birthing ini memiliki empat teknik dasar yang perlu dilatih dan dilakukan hingga hari H. Empat teknik dasar tersebut adalah

  • Relaksasi, Afirmasi, Visualisasi
  • Komunikasi dengan janin
  • Pendalaman
  • Pemantapan niat

Hal hal diatas dilakukan agar kita semakin yakin, mantap dan tenang saat menghadapi hari H persalinan nanti, sehingga proses melahirkan dapat dilaksanakan dengan lebih gentle and less painful.

Latihan pertama yang kami dapat untuk teknik relaksasi simple dan untuk melatih fokus kami menggunakan pendulum, dimana kita harus fokus dan menggerakan pendulum sesuai keinginan kita. Yang surprisingly bisa loh! Pendulum yang tadinya lurus pas saya liatin dia gerak kekiri kekanan sendiri,  pas diinstruksikan kita fokus supaya pendulum bergerak memutar dia memutar, duh keren banget! Haha maaf ya agak norak :p dan diharapkan latihan relaksasi ini dilatih setiap hari agar Saat persalinan kita bisa lebih relax dan fokus. Jadi pas mau ngelahirin, lalu ibu diruangan sebelah teriak kesakitan, kita tidak mudah ter-distract dan ikut panik. Dengan catatan, teknik relaksasi dan latihan fokusnya terus dilatih. Nah yang latihan fokus dan relaksasi disini kita dan suami ya. Karena pada hari H suami juga harus bisa fokus dan tenang saat mendampingi proses melahirkan kita.

Latihan kedua yang saya ingat pada hari pertama adalah teknik afirmasi dengan kata kata positif. Hal ini dibuktikan dengan para ibu hamil melakukan salah satu gerakan yoga, dimana saat menggunakan kata kata negatif tidak ada yang kuat menahan gerakan tersebut lebih dari 30 detik, sedangkat saat diberi kata kata positif hampir semua ibu ibu bisa bertahan dua kali lebih lama dari waktu awal mereka. Se powerful ituloh kata kata positif itu.

This slideshow requires JavaScript.

Nah selain teori teori diatas kita juga diajarkan beberapa gerakan yang membantu kita agar lebih relax saat hari H melahirkan nanti. Beberapa gerakan yang diajarkan adalah seperti squat saat pembukaan 1-5 yang ternyata berbeda dengan squat pembukaan 5-10 dan juga labor dance dengan pasangan yang membuat kita lebih relax. Serta ada juga sesi relaksasi dengan pendulum yang dipimpin oleh ibu Lany Kuswandi, kalau saya sih ngerasa ini relaksasinya lebih deep ya dari yang relaksasi sendiri diawal. Nah ini ada kok di CD yang kita dapat di goodie bag, dan enak banget dilatih sebelum tidur.

Hypno-birthing ini memang lebih mengutamakan kelahiran secara normal, karena menurut mereka, apa yang sudah dipersiapkan dan direncanakan Tuhan sebagai jalan lahir bayi, itu pasti yang terbaik. Tapi jika memang ada indikasi medis maka tetap harus dilakukan tindakan sesar, kalau kata bu Lanny ibaratnya plan A itu lahir secara normal dan plan B itu lahir secara sesar. Intinya kita sebagai ibu harus pasrah apapun jalan lahir bayi nantinya. Apapun prosesnya kalau kita stress dan gelisah tentu tubuh kita akan lebih merasakan sakit dibandingkan saat kondisi pikiran kita tenang dan relax. Nah itu yang menjadi tujuan hypno-birthing ini, agar saat hari H melahirkan ibu lebih tenang, relax, pasrah sehingga proses melahirkan menjadi gentle and less painful, baik melahirkan secara normal maupun sesar.

Kurang lebih itu yang saya tangkap pada materi hari pertama. Oh iya salah satu ilmu yang saya baru tahu adalah, bagi ibu hamil saat duduk jangan silang kaki! kalau perlu agak sedikit ngangkang, karena saat kita silang kaki itu bagian panggul menyempit, ini yang mengakibatkan kepala bayi masih belum turun. Selain itu banyak lah melatih otot panggul.

Hypno-birthing day 2

Nah kalau hari ke dua lebih banyak praktek, terutama gerakan gerakan apa yang baik dilakukan dan dilatih beberapa minggu sebelum melahirkan hingga hari H saat melahirkan. Nah materi ini disampaikan oleh mba Mila, beliau adalah seorang doula yang sering membantu persalinan para ibu ibu dengan proses gentle birth.

Beberapa gerakan hari ini tidak dapat saya dan suami praktekan, karena gerakan gerakan tersebut bertujuan agar kepala bayi yang sudah dibawah turun ke panggul, sedangkan bayi saya posisi kepalanya masih diatas, dikhawatirkan kalau melatih gerakan ini malah pantat si bayi yang turun ke panggul, makin susah nanti untuk muternya lagi. Beberapa gerakan itu adalah pelvic rocking ball, ini teknik menggoyangkan panggul sambil sang ibu duduk diatas gym ball. Pelvic squeeze dimana hal ini dilakukan saat sudah mulai kontraksi, dan bagian panggul yang di tekan berbeda saat pembukaan 1-5 dan 5-10. Terakhir yang tidak dapat kami praktekan adalah spinning baby, gerakan ini bukan ibu/bayinya diputar putar sih, lebih kayak di goyang goyang perut ibunya dengan batuan kain jarik. Beberapa foto dari praktek hari ini

This slideshow requires JavaScript.

Nah buat saya dan ibu ibu lain yang kepala babynya gimana dong? Tenang kami juga dikasih beberapa gerakan olah raga ringan agar memperluas area panggul, sehingga si dede mau turun ke bawah. Gerakannya antara lain Sujud atau nungging, Stretching, bersandar ke tembok lalu sambil miring ke kiri dan ke kanan, Lunges  nah lunges ini bisa sendiri, atau dengan bantuan gym ball, dan yang terpenting adalah Komunikasi dengan bayi kita! Sambil dielus elus dengan penuh cinta minta tolong bantuan bayi kita agar memutar.

​​Di kelas ini kita juga diajarkan, meskipun dia masih berupa janin dalam kandungan kita, tapi dia sudah bisa diajak berkomunikasi, peka terhadap rasa, terutama apa yang dirasakan oleh ibunya. Respon si bayi mungkin belum berupa balasan kata kata, dia hanya bisa merespon gerakan kita lewat tendangan atau pukulannya. Ada dong kejadian lucu, pulang dari kelas hari pertama dan tau kalau calon anaknya itu sudah mulai bisa diajak komunikasi, suami nanya ke si baby “Jon, kalau sayang sama papa, coba tendang nak” dan dia diem doong! Hahaha. Pas papanya pergi saya ajak ngobrol bayinya “De, kamu lagi ngisengin papa ya?” dan dia nendang! akhirnya saya ajak ngomong baik baik, baru pas papanya nanya lagi ke dia, dia nendang. Happy deh abis itu papanya.

Jadi untuk para calon ibu, rajin rajin elus elus perutnya dengan penuh cinta dan ajak komunikasi si dedek bayi, ayah juga loh agar bonding ayah dan dedek bayi mulai terbentuk sejak dalam kandungan.

Hypno-breastfeeding

This slideshow requires JavaScript.

Materi ini disampaikan oleh putri dari Ibu Lanny, yaitu mba Fonda Kuswandi, nah beliau juga menjadi pemateri untuk hypno-parenting class. Di kelas ini kita hanya belajar sampai hypno-breastfeeding. Materi untuk hypno-breastfeeding sendiri tidak terlalu banyak mendapat slot ya, dari total 8 jam selama dua hari kami dibekali materi hypno-brirthing, hanya satu jam untuk membahas hypno-breastfeeding.

Apa sih hypno-breastfeeding itu? hypno-breastfeeding adalah upaya alami menggunakan energi bawah sadar agar menghasilkan asi yang mencukupi untuk kebutuhan tumbuh kembang bayi. 

Pada materi ini kita diajarkan tentang proses Inisiasi Menyusui Dini (IMD), posisi posisi yang tepat dalam menyusui, dan ciri ciri pelekatan mulut bayi dengan payudara yang tepat. Pelekatan yang salah dapat menimbulkan nyeri dan puting lecet serta asi keluar tidak lancar. Yang harus ibu persiapkan saat menyusui adalah Tubuh, Pikiran dan Jiwa yang kuat serta tenang. Agar saat menyusui nanti berjalan lancar bagi sang ibu dan bayi.

Terakhir kelas ditutup dengan endorphin massage. Endorphin massage ini adalah teknik pijat ringan yang dilakukan oleh pasangan kepada kita yang bertujuan untuk meningkatkan pelepasan hormon oksitosin (dikenal juga dengan hormon cinta) dan hormon endorphin (hormon yang membuat kita lebih relax). Karena ruangan kelas di redupkan dan saya juga sedang menukmati pijatan suami, jadi engga foto foto deh. Tapi parah meskipun cuma pijatan ringan di daerah punggung , pijatan ini memang bikin relax dan mengurangi pegel pegel pinggang. Pijatan ini bisa di praktekan pada hari H saat persalinan.

Setelah itu ditutup foto bersama deh.

FullSizeRender (26)


Berguna tidak ikut kelasnya?

Buat yang punya pertanyaan, perlu engga sih ikut kelas ini? Buat saya sih berguna banget. Terutama untuk menyadarkan bahwa peran melahirkan itu bukan hanya peran saya sebagai sang ibu, tapi butuh bantuan besar dari sang ayah, sebagai support system kami. Nah di kelas ini kan ayah juga diajak untuk melatih fokusnya, diajari teknik afirmasi untuk membantu istrinya saat proses melahirkan, belum lagi diajarkan teknik teknik relaksasi  dan pijatan yang dapat membantu proses persalinan agar lebih nyaman nantinya.

Untuk yang suka baca buku, sebenarnya ada buku yang mengajarkan mengenai hypno-birthing dan hypno-breastfeeding ini. Buku tersebut juga dilengkapi oleh CD relaksasi agar dapat kita latih hingga hari H. Nah buat saya yang anaknya cukup malas untuk baca buku, ikut kelas adalah pilihan saya. Belum lagi ikut kelas ini bikin saya melek bahwa ada kemungkinan baby saya masih belum memutar karena beberapa kebiasaan saya untuk silang kaki dan manjanya saya yang tidak ingin melakukan beberapa latihan. Meskipun ibu bayi tidak boleh melakukan hal yang berat berat, tapi olah raga ringan kan penting 😀

Jadi untuk ibu ibu, silahkan pilih cara yang paling nyaman, mau ikut kelas boleh, baca dari buku dan mendengarkan CD aja silahkan, atau bahkan mau via googling aja juga terserah ibu. Saya hanga sharing apa yang saya dapat dua hari ini. Hehe

Thank you Ibu Lanny, Mba Fonda, dan Mba Mila atas tambahan ilmunya.

Love,

***

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s