My Wedding day (and a lil vendor review)

It’s almost 8 months!

Engga ada makna yang gimana gitu sih dengan 8 bulanan ini, alasan aja karna udah selama ini baru sempet nulis review tentang hari H pernikahan. Niat hati sebenarnya ngepost dari lama deket deket hari H, tapi ada aja yang bikin engga jadi nulis. :p

Kalau ditanya deg deg-an apa engga mendekati H-1, jawabannya sih engga juga yaa,justru excited banget pengen cepet cepet hari H dan apa yang sudah aku, cami, keluarga rencanakan akhirnya terlaksana. Tapi kalau dibilang engga deg deg-an sama sekali sih bohong. pasti ada lah deg deg-annya, cuma aku coba untuk engga mikirin dan lebih fokus ke perasaan excitednya aja. Langsung aja ya ke review untuk tiap vendornya

Financial Hall

Untuk gedung akhirnya kami memutuskan untuk memakai Financial Hall, Graha CIMB Niaga. So far dari beberapa gedung yang sudah kami survey dan datang saat ada undangan nikahan, gedung ini yang paling cocok dari luas, lokasi dan budget. Meskipun makanan pasti in house, dan vendor lainnya bebas, tapi kami di perbolehkan untuk bawa satu vendor makanan dari luar, Sate Padang! haha

Pagi hari H, aku dateng ke CIMB Niaga dari jam 9an, karena dandan dijadwalkan sekitar jam 10. Akad rencananya dimulai jam 14.00. Sebenarnya pengen lebih pagi lagi akadnya, tapi kalau kalian baca post aku mengenai CIMB Niaga, Financial hall pasti tau kalau wedding hari minggu aula untuk akad cuma bisa digunakan setelah jam 1 siang. Cuma aku memang ingin sebelum waktu ashar itu sudah sah sebagai suami istri, jadi paling tepat acara jam 14.00, awalnya mba Eka agak takut, karena buru buru kan, cuma sejam jeda dari acara bubar dan ruangan harus siap untuk akad, tapi ujungnya dikabulkan juga.

Ini hanya beberapa gambaran untuk gedungnya, sebenarnya lebih jelas pas dilihat dari vendor dekorasi sih

This slideshow requires JavaScript.

Oh iya, selama jeda acara team financial hall juga sigap dan baik banget, selain ada wo yang stand by sama aku, mba eka juga sesekali dateng ngingetin untuk makan atau nanya ada yg diperluin atau engga. Oke banget pokoknya!

Sanggar Liza

Untuk make up hari H aku mempercayakan wajahku ke Ibu Liza dari Sanggar Liza, awalnya ngefans sama kreasi anaknya ibu Liza, mba Fitri (harganya juga lebih murah dari Ibu Liza,hehe) tapi ternyata beliau sedang menunaikan ibadah haji. Batin aku kala itu, anaknya aja bagus, ibunya pasti juga lah, toh sanggar liza juga awal mulanya dari Ibu Liza. Aku ambil paket dari sanggar liza yang sudah termasuk penyewaan baju untuk pengantin dan kain orang tua, namun aku hanguskan karena aku sudah punya designer sendiri untuk gaun pengantin dan seragam orang tua. Jadi yang aku ambil hanya Make up pengantin (Akad,Resepsi) Make up Ibu ( Akad,Resepsi) Acessories pengantin. Tambahan Suntiang dan makeup untuk saudara perempuan pengantin.

Untuk team Ibu Liza, mereka minta satu mobil jemputan (bebas sih, sekelas avanz* juga oke) Satu highlightnya adalah mereka telat datangnya, padahal mobil jemputan sudah dikirim dari pagi, awal janjian aku sudah harus siap di makeup jam 10, akhirnya baru mulai makeup mendekati jam 11, tapi tetep on time kok selesainya.

Make upnya sih bagus ya, orang orang juga bilang bikin pangling hehe. Rambut aku di tangani oleh mas Kadir Hairstylist, baru kali ini aku langsung oke urusan up do rambut. Mama mama pun oke dengan hasil make up mereka, oh iya untuk mama mama yang make up dari team sanggar liza ya. Cuma untuk kerudung, mama aku bilang yang team sanggar liza ini kurang oke, masih harus mama yang ngarahin. Tapi sisanya sih oke kok. Mereka nyiapin bunga segar juga untuk accessories rambut aku baik akad dan resepsi.

ini beberapa foto hasil makeup dan prosesi makeup yang ditangkap lensa team The Potomoto

This slideshow requires JavaScript.

Fanny Kartika

Nah untuk baju baju yang aku, suami, mama dan papa pakai ketika hari H, aku minta sahabat aku untuk design-in. brand dia Fanny Kartika dengan instagram @fanny.kartika . Nah dari lamaran, ngeyeuk sereuh akad dan resepsi aku percayakan semua ke Fanny untuk modelnya, bahkan untuk resepsi kainnya pun aku minta fanny yang cari dan pilih, kalau lamaran dan ngeyeuk sereuh masih beli bareng fanny kainnya.

Karena jeda akad dan resepsi yang engga terlalu jauh, jadi mama mertua menyarankan untuk satu baju aja untuk orang tua dari akad sampai resepsi, begitu juga untuk saudara pengantin, makanya kalau lihat foto foto yang berubah tampilannya cuma pengantin aja, hehe.

Sebenarnya fanny masih hanya mengerjakan  gaun, kebaya dan outfit untuk perempuan aja, jadi beskap suami dan papa papa aku bikin ditempat langganan adik aku kalau dia buat jas. it’s just a small tailor shop, tapi kualitas jas sama beskapnya rapih banget! Adik aku tipikal yang bawel soalnya kalau buat jas, dulu dia sampai naruh kain di beberapa tailor untuk menemukan mana tailor terbaik di Depok. Thanks to him. Haha.

Untuk peci akad papa beli di padang, nah untuk peci dan selop resepsinya aku buat di bandung, kain menyamakan bahan beskap, semua aku pesan polosan dan tanpa payet. Nah baru payetnya aku percayakan ke fanny agar menyatukan tampilan kita semua.

Untuk yang penasaran sama baju kami waktu hari H

This slideshow requires JavaScript.

Aku puas banget sama hasilnya, banyak yang muji bagus juga, apalagi yang resepsi. Untuk akad memang aku sengaja minta untuk lebih simple biar lebih elegant. Untuk resepsi supaya punya dua tampilan, bagian tutu luarnya bisa dilepas, dan aku memang mau campuran warna pink dan biru untuk gaun resepsi aku. Supaya suami bisa pakai beskap biru, instead of pink. hehe.

 Whitepearl Decoration

Apalagi vendor paling penting ketika hari H setelah dua hal diatas? Yup apalagi kalau bukan dekorasi. Vendor ini memegang peranan penting untuk menghidupkan suasana pernikahan kita. Memilih vendor ini susah susah gampang juga dan yang paling susah selain mencari wedding venue.

Dengan whitepearl ini sempet ada dilema juga, karena mendekati hari H, marketing aku sebelumnya itu resign karena melahirkan, tapi bukan yang bikin drama gimana gitu, karena mba Nana selaku marketing baru aku orangnya juga oke, baik, sigap, dan engga pelit bunga. bahkan pas technical meeting mba Nana datang paling dulu.

Ini foto dokumentasi team The Potomoto untuk dekorasi wedding aku

This slideshow requires JavaScript.

Sebenarnya ada beberapa yang engga ke capture juga sih, seperti standing flower (tapi ini standing flower yang sama dg yang jadi dekorasi saat akad) dan gazebo. Karena aku engga pakai photobooth, jadi aku dapat 2 selfie corner dan galery photo. Yang aku amaze ya, ternyata dekor outdoornya banyak banget, padahal awal sama mba Yenny tuh cuma dekor dipojokan aja kursi taman, eh dengan mba Nana dikasih banyak banget. Mba Nana juga engga pelit sama bunga, sebelum akad mama mertua nanya ada sisa bunga engga untuk jadi hiasan mahar, dikasih loh full mawar di kotak mahar dan cincin nikah aku.

Top dan bikin jatuh cinta banget deh whitepearl ini, dari segi harga juga mereka engga terlalu mahal. Karena sekarang kan mulai cari vendor untuk pernikahan adik aku, so far dengan apa yang kita mau, baru whitepearl yang kasih harga cocok, belum lagi kita udah tau kan kinerja whitepearl-mba Nana seperti apa.

5/5 for whitepearl

The Potomoto

Aku pakai the potomoto sebagai dokumentasi aku mulai dari acara lamaran sampai hari H. The potomoto ini vendor pertama yang aku deal loh, bahkan sebelum menentukan gedung pernikahan. So far aku puas dengan kinerja mereka, apalagi sewaktu aku deal harga dengan team the potomoto tahun 2015 itu masih super very good deal. Untuk dokumentasi hari H, 2 fotografer dan 1 video aja masih 13 juta (lagi promo disc 4jt dari 17jt) hehe, sekarang sih pas nanya untuk pernikahan adik aku, harganya udah pada naik ya.

Kebetulan pas aku prewed dan hari H nikahan aku, mas Angga owner dari thepotomoto ini ikut jadi salah satu fotografernya. Waktu prewed mba MUAnya sampe bilang ih lucky banget sampe mas Angganya ikut fotoin. Memang pas deal awal dengan the potomoto di 2015 aku deal langsung sama mas Angga, yang sama sama orang depok dan bahkan satu komplek perumahan. Adminnya juga baik baik deh, aku sering kontakan dengan mba Melly dan mba Dewi, kalau fotografer dan videografernya aku lupa, cuma inget mas yudi yang bantu pas prewed.

Untuk foto itu ada deh beberapa foto terbaik menurut aku, yang bikin aku jatuh cinta banget dan pajang dimana mana, baik pas lamaran, prewed, akad, maupun resepsi. Kalau yang temenan sosmed sama aku pasti agak kebayang, karena foto foto itu aku pajang jadi profile picture dimana mana. Nah untuk videonya aku paling suka banget video aku pas akad, padahal yaa jarak dari akad sampai resepsi aku sebentar banget. Akad selesai jam setengah 4 resepsi jam 7.

The little things that matters

Nah ini vendor vendor yang membantu sehingga acara pernikahan aku terlaksana dengan baik. Karena papa orang padang, beliau minta ada tari penyambutan dengan adat padang, dan vendor yang membantu aku adalah Cinduo Mato, aku pilih yang penari menari hanya diiringi cd tanpa musik tabuik asli, karena keterbatasan space juga sih. Hehe.

Mc juga engga kalah penting, aku dan mama cocok banget dengan MC akad aku, jadi rencananya untuk acara pernikahan adik aku nanti kita mau minta bantuan dari Bu Rahma lagi untuk memanddu acara mulai dari lamaran hingga resepsi.

Untuk entertainment, aku dapat bantuan juga harga khusus dari band temen SMA aku, lumayan banget mengingat entertainment sekarang cukup mahal mahal. Untuk tilawah dan sari tilawah juga dapet bantuan dari senior SMA dan sepupu senior aku.

Untuk cincin nikah aku buat di Maisya Jewelry, kebetulan yang punya itu bos aku dulu waktu kerja di XL, karena ringnya terlalu kecil, jadi engga bisa di grafir initial nama aku dan suami, nah cincin aku sama dia dibawa ke Hongkong supaya bisa di laser initial namanya dan tanpa biaya tambahan, hehe. Untuk mas kawinnya aku menggunakan jasa Ninz Wedding, dengan mas kawin uang lama yang dihias menyerupai pelaminan kami, nah khusus uang lamanya itu hasil koleksi mama mertua dari jaman dia muda, jadi engga perlu beli uang lama yang pecahan kecil deh.

Untuk penerima tamu pun aku dapet bantuan dari temen temennya adik aku, mereka malah excited loh jadi penerima tamu haha. Karena memang dari awal aku engga mau saudara/sepupu yang jadi penerima tamu. Soalnya dulu pernah dijadiin penerima tamu waktu nikahan sepupu, dan jadinya engga bisa menikmati pesta, mau makan aja susah 😦

Nah perintilan kecil yang engga kalah penting adalah Hand bouquet, nail art (aku pakai kuku palsu), kimono saat dandan dan hanger kayu. Perintilan yang kayaknya kecil dan kadang suka dilupakan, tapi menambah efek maniss buat hari pernikahan aku.

Untuk hand bouquet aku pesan di Le Fleur flower shop, ini untuk yang aku bawa saat masuk dan selama di pelaminan, kalau yang untuk pelemparan hand bouquet di kasih sama mba Nana, bahkan aku dapet 2 hand bouquet loh dari whitepearl, karena memang di paket mereka aku dapet jatah satu hand bouquet, nah maksudku kan hand bouquet yang dipaket ini lah yang buat di lempar, eh engga taunya dikasih satu lagi sama mba Nana ( baik yaaa). Kuku palsunya aku pesan di ten tips nail art, dan perintilan kecil seperti kimono dan hanger aku pesan di Tiny things wedding props.

This slideshow requires JavaScript.

Saya bersyukur banget banyak yang bantuin aku untuk hari H ini, terlebih lagi Edlins WO yang udah bantuin aku dari lamaran, bahkan baru jadi WO wedding 3 minggu sebelum hari H. Terlepas dari kurang kurangnya (hey nothing’s perfect). Hari itu tetap jadi hari paling berkesan untuk saya ❤

Sekali lagi terima kasih untuk semua vendor yang membantu semua rangkaian acara dari mulai lamaran sampai resepsi selesai.

Love,

Arina & Therza

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s