Two weeks to go (edisi curahan hati)

Planning a wedding is super fun yet super hard.

Gimana engga, merencanakan pernikahan ini jadi hal yang menyenangkan, karena sebentar lagi kita akan menjalani hari hari berdua bersama orang yang menjadi pilihan kita. Belum lagi keseruan saat kita cari cari vendor, meet up, akhirnya menemukan konsep dan vendor yang tepat plus harga yang bersahabat. Terus pindah lagi ngurusin hal hal yang lain. Seneng pasti rasanya apa yang kita inginkan yang sebelumnya cuma jadi konsep dan bayangan aja, bisa diwujudkan dihari besar kita dengan bantuan keluarga dan vendor yang kita pilih.

Perasaan senang dimana sebentar lagi akan menyandang status istri/suami dari orang yang kita sayang, memulai kehidupan berdua dan yang penting udah halal untuk pacaran. Buat saya yang memang engga boleh pacaran, pulang malam dan pergi liburan bareng, ini jadi salah satu hal yang ditunggu tunggu, karena kalau sudah menikah bisa travelling bareng, dan pergi kemana berdua dengan legal. Hehe

Tapi dibalik senang senangnya ada juga pasti hal yang beratnya, paling beratnya mungkin karena ini menyatukan dua keluarga, bahkan mungkin bisa dibilang ada 4 pihak keluarga, yang pasti semua punya pemikiran dan sarannya sendiri. Kalau yang kenal saya pasti tau betapa keras, stubborn dan engga mau digangguya saya. Jadi sebel dan bikin pusing banget saat kita udah sepakat tentang sesuatu lalu ada si B yang ngasih/maksain saran yang lain, ya udah cuma ngasih saran, maunya dilaksanain tapi engga bantu apa apa, saya yang harus ubah ubah sendiri, pusing lagi sendiri. Satu dan banyak hal lain yang jadi kesulitan dan duka ngejalanin hal ini.

Ya yang kadang bisa bikin nangis sendiri. Loh caminya mana kok nangis sendiri? Ada kok, dia selalu nemenin saya, dengerin saya kalau lagi ngomel ngomel, bahkan jadi sasaran kalo lagi meluapkan emosi, dia selalu ada nemenin saya. Habis mau luapin emosi paling bebas sama siapa lagi kalau bukan sama dia. Hehe

Banyak pendahulu saya yang ngasih wejangan, kuat kuatin hati, jangan terlalu dianggap serius, jangan sampai acara yang niatnya untuk menyatukan dua hati malah membuat si pasangan jadi sering bertengkar, dan amit amit berakhir buruk. Ya memang jadi gampang sensi sih saat saat gini, kepengennya apa yang saya mau tuh diturutin semua (mulai deh egoisnya). Apalagi hari makin dekat, kurang dari dua minggu lagi sudah hari H.

Mendekati hari H rasanya makin berat, inginnya tuh semua sudah fix (ya walaupun sebenarnya 90% sudah fix sih) tapi every little detail matters. Perubahan perubahan kecil yang kadang bikin hati agak gimana gitu. Hal yang simple kadang bisa jadi hal yang bikin hati dan pikiran jadi berat.

Kondisi cami yang kerja, membuat hal hal seputar pernikahan yang suka maupun duka baru bisa kita bahas malam hari pas dia sampai rumah, kalau hal menyenangkan lagi dibahas tentu itu jadi hal manis pengantar tidur kita, nah kalau bagian nyebelin lagi dibahas, dan kita belum mufakat karena dua duanya capek, kita pasti memutuskan untuk mengakhiri pembicaraan dan tidur.

Mungkin ada yang bertanya, kenapa engga diselesaikan langsung aja, kan engga baik menunda masalah. Disini kami berdua sadar, saat pembicaraan itu berlangsung, emosi kita bukan berada dititik yang baik setelah seharian beraktifitas, belum kalau di kantor cami juga lagi ada malasah, daripada menyelesaikan masalah malam itu juga dengan kondisi yang tidak prima, kita merasa lebih baik memberikan waktu ke diri masing masing untuk istirahat, memikirkan lagi masalah dan jalan keluarnya, baru keesokan harinya dibahas lagi, dengan keadaan yang lebih tenang.

Sebenarnya saya itu tipikal yang pengennya semua cepat selesai, kalau mau egois sih maunya masalah itu diselesaikan saat itu juga. Jadi saat saya dan cami mengambil keputusan pembicaraan itu ditunda aja, pasti jadi agak engga mood dan engga bisa tidur kan. Tapi saya paham ini demi kebaikan bersama.

Akhirnya saya mencari hal hal yang bisa mengubah mood saya jadi lebih baik, mulai dari membaca komik (ya karna emang dasarnya aja suka komik) atau nonton youtube yang lucu lucu, tutorial makeup, dan belakangan sih lagi suka nonton the return of superman yang song triplets. Buat yang tau mereka, pasti setuju kalau Daehan Minguk Manse itu lucu banget :’D. Dan ini sangat membantu loh!!

Buat para capeng diluar sana yang punya masalah yang sama (saya harap sih jangan ada. Kalian baik baik saja) Kita sama sama berusaha lebih tenang aja menghadapi masalah yang ada toh pesta pernikahan hanya sebuah pesta, yang penting kehidupan setelahnya kan.

Kiat kiat dan saran menjelang pernikahan dari saya hanya dua

  1. cari kegiatan/hiburan lain yang bener bener bikin kalian/kita lupa sejenak dengan ribet dan pusingnya mengurus acara ini. Seperti saya yang sukanya nonton song triplets.
  2. Kita tidak sendiri, sebenarnya banyak banget kok yang membantu kita didalam acara ini, cami, keluarga, teman para vendor, saya yakin pasti siap membantu semua permasalahan kita. (oke part ini saya sambil ngomong sama diri sendiri) Bagi sedikit beban kamu ke mereka. Kadang mereka bisa berfikir lebih rasional dari kita yang sedang sedikit stress.

Semangatttt!!!! XOXO

***

originally posted on Aug 15, 2016
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s