When I told him I’m positive

 Hai!

Sebagai pasangan baru, dan bagi yang ingin segera menambah anggota keluarga pasti pengen cepet cepet dapat berita positif, begitu pun aku dan suami, disini aku mau berbagi cerita dan kebahagiaan ketika aku mendapat kabar positif dan membagi kabar itu ke suami. Berhubung hari ini tepat hari jadi 7 bulan kami. Kalau waktu pacaran sih tiap bulan diingat dan saling memberi ucapan, begitu menikah kayaknya boro – boro inget deh, sepertinya akan diingat memang setahun sekali. Ada yang senasib? hehe

Aku dan suami menikah di akhir agustus 2016, dan memang tidak ada rencana untuk menunda momongan, kalau ada yang bertanya mau langsung atau tunda untuk punya anak, pasti kami jawab dengan “sedikasihnya aja, pengennya sih secepatnya, doain ya” Ucapan itu doa loh teman teman, dan alhamdulillah aku dicukup cepat dikasih kepercayaan untuk mengandung baby Jon. dan percayalah, meski hanya sekedar basa basi, tapi ditanya “sudah isi belum” itu cukup bikin pedih, apalagi buat pasangan yang memang ingin cepat cepat isi. (Peace ✌)

Di post sebelumnya aku cerita kan mengenai kondisi aku yang bicornuate uterus. Aku dan suami sepakat untuk tidak melakukan medical checkup sebelum menikah. Kalau kata suami, “khawatirnya kalau pas di tes ada masalah di kamu atau di aku, itu bikin kita ragu, kalau kita udah nikah, kita harus siap dengan segala lebih kurangnya” super sekali ya dia, hahaha. Jadi semenjak pertama tau aku bicornuate uterus (tapi urusan BU ini aku udah cerita ke suami dari sebelum nikah) aku belum pernah cek ke dr kandungan lagi.

Aku inget banget hari kamis tanggal 27 oct, aku ke dr kandungan untuk cek kondisi rahim, sekitar dua bulan setelah kami menikah, cuma untuk sekedar bertanya kondisinya baik baik aja sama ada sedikit pertanyaan, sudah usaha dua bulan tapi belum ada juga nih si dedek. Hehe. Aku cek di hermina depok kala itu dengan dr nining, wah subhanallah banget antriannya, itu aku dateng super pagi hari biasa pun udah antrian ke lima, itupun rabu malam aku udah ke hermina dan dapet antrian masih nunggu 20 orang lagi, ya mending pulang dateng lagi kamis pagi. Setelah di cek via usg dan tidak apa apa dengan kondisi rahim aku, beliau bilang “memang belum dikasih aja” saya pun pulang dengan resep obat penyubur yang seharusnya diminum saat siklus haid selanjutnya.

Besoknya ketika dirumah entah kenapa gemes banget pengen ngecek pake test pack. Walaupun tahu seberapa nyeseknya saat garis yang keluar itu cuma satu. Akhirnya pas lagi belanja mingguan aku iseng beli test pack, cuma satu merek sensitif yang batangan besar itu. Begitu dirumah ngetes keluar dua garis merah samar. Gemeteran sumpah, masih engga percaya, kan barusan ke dr kandungan di usg rahimnya masih ga ada apa apa, dr nining juga engga bilang apa apa kok. Akhirnya pesen gojek dan ngegojekin test pack tiga dengan beda jenis semua, cuma supaya yakin, dan garis yang keluar dua semua meskipun samar.

Akhirnya saya memutuskan untuk ke dr kandungan lagi, tapi karena jumat dr nining engga praktek di depok, saya coba ke rs bunda (lupa dg dr siapa) nah pas usg pun engga keliatan apa apa, dr pun bertanya “kamu telat haid udah berapa hari?”, saya menjawab “Hmm, baru tiga hari sih dok” . Terus dokternya ketawa sambil bilang, “cepet banget udah ngecek test pack, biasanya sih kalau udah positif emang positif, dinding rahimnya juga nunjukin tanda hamil, tapi kantung janinnya masih terlalu kecil untuk ke detect, paling ini baru 3-4minggu umur janinnya”

Setelah dapet approval bahwa tubuh saya menunjukan tanda tanda hamil barulah saya mempersiapkan kejutan untuk memberi tahu suami (insyaallah) akan adanya tambahan untuk keluarga baru kami, yang kebetulan memang dari minggu lalu kita udah rencana dinner cantik untuk memperingati hari jadi pacaran yang ke 2 tahun.

Gemes banget sebenarnya untuk ngasih tau suami kalau aku udah positif, tapi ditahan tahan. Sampi restoran aku pura pura ke kamar mandi dan minta tolong ke waiter untuk antar kotak kado warna biru ke suami aku. Kaget dong dia tiba tiba si mas mas bawa piring diatasnya ada kado, kan dia lagi engga ulang tahun. Ketika dibuka dia awalnya masih engga paham itu maksudnya apa, namanya juga laki laki, mungkin baru kali ini dia liat test pack, engga paham juga beda arti satu dan dua garis. Barulah ketika dia lihat kartu yang ada tulisan ” insyaallah you’re gonna be a dad!” Mukanya langsung berubah dan berkali kali bilang “ini beneran, sayang ini beneran” haha lucu deh muka dia kala itu.

Begitulah ceritanya bagaimana aku menemukan bahwa akhirnya aku dipercaya sama Allah SWT untuk mengandung calon anak kami, dan aku engga berhenti bersyukur banget even dengan kondisi ku pun aku engga dipersulit untuk mendapatkan buah hati. Mohon doanya ya semoga si utun selalu sehat selama di kandungan mamanya dan lahir ke dunia sehat, sempurna lahir dan batinnya.

Untuk yang sama sama sedang mengandung calon buah hatinya, sehat sehat selalu ya bumil, janin dan calon ayah. Untuk yang masih dikasih waktu menikmati pernikahan berdua dulu, semangat, tetap berusaha dan berdoa. Insyaallah rencana Tuhan itu selalu yang terbaik.

***

Advertisements

3 thoughts on “When I told him I’m positive

  1. syira says:

    salam, saya ingin bertanya, bagaimana dengan kandungan awak sekarang mengandung dengan bicornuate uterus (BU)? adakah apa-apa komplikasi dengan kandungan? saya telah bernikah pada disember 2016 dan misscarriage pada awal mac 2016, dan doktor telah mengesahkan saya mempunyai heart-shapped uterus. adakah ini sama dan dipanggil BU? apakah langkah-langkah yang perlu saya lakukan untuk menghalang daripada keguguran lagi. saya perlukan lebih maklumat kerana saya baru mengetahui tentang BU ini . -malaysia-

    • arinachairunnisa says:

      Halooo..
      Alhamdulillah selama ini menurut dokter bayi baik baik saja, dan sudah berumur 26 weeks. Heart shapped uterus sama dengan bicornuate uterus.
      Awal kehamilan saya mengalami flek yang cukup banyak, sehingga dokter menyarankan agar saya bed rest total (selama satu bulan) dan konsumsi obat penguat kandungan.
      Untuk langkah mencegah misscariege mungkin bisa konsultasi dg dokter dari awal mulai program hamil mengenai kondisi BU/heartshaped uterus agar dokter bisa memberi arahan mencegah terjadinya misscarriage.

      Semangat terus ya bunda, semoga segera diberi kepercayaan lagi. 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s