Our First Met

It was March 12th, 2014.

Hari pertama saya bekerja sebagai karyawan magang di sebuah bank ternama ibukota, dan hari pertama juga akhirnya saya bertemu dengan dia.

Kalau ada yang bertanya, pernah terbersit engga kalau bakal jadi pasangan pas pertama ketemu, jawabannya sudah pasti engga. Lah orang waktu itu saya punya pacar LDR sih tapi tetep aja berstatus, dianya sih single. Belum lagi kita berdua itu bukan selera masing masing. perbedaan paling jauh itu rumah! Haha iya rumah, rumah saya di depok, dan dia di rawamangun. Tau dong tipikal tipikal lelaki yang engga mau punya pacar jauh jauh. Capek sis nganternya.

Sebagai anak baru di lingkungan baru, pasti saya behave dong, kebanyakan diem dan kenalan sana sini aja. untungnya sebelumnya sudah ada dua teman saya semasa kuliah dulu yang juga jadi anak magang disini. Jadi saya cukup mudah untuk berbaur dan berteman disana. Sewaktu diajak keliling dan kenalan, pas sampai di meja dia pun kejadiannya cuma, ulurin tangan, jabat tangan, “arina”, “therza udah nothing special gitu aja, terus lanjut kenalan sama yang lain.

Sampai pada waktu makan siang/ pas waktu senggang, para anak intern terdahulu lagi ngebahas outing yang bakal dilaksanakan 2 minggu lagi (how lucky am i, baru masuk langsung outing. hahaha) nah begitu ngelihat saya, salah satu teman sebut saja Carlina dia bertanya “loh nanti arina sekamarnya sama siapa za?” karena kan pasti udah disusun jauh jauh hari pasangan buat share kamarnya. Emang dasar ya dia itu ngaco, dia jawab dengan santainya “oh ya udah dia sekamar sama gw sama aga aja” dan dengan polosnya saya hanya menjawab “kalau sama aga mungkin gw masih percaya (fyi dia ini temen kuliah saya yang super bertanggung jawab sama temannya apalagi teman perempuan, jadi cukup meyakinkan lah), kalau sama lo …..” kemudian hening. dan sisanya yang lain pada tertawa, lalu dianya ngomel karna merasa tidak dipercaya sebagai lelaki yang baik. Ya gimana yaaaa, i just met you couple hours ago, mau  berharap apa. hahahaha.

Begitulah kira kira awal perjumpaan kami, super standar dan engga ada yang spesial kan, mungkin hanya salah satu kelakuan ngaconya aja yang bikin hal ini jadi punya hal yang bisa di kenang. 🙂

Tenang pada ujungnya selama outing saya dapat kamar kok, sekamar sama carlina. 😉

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s