Yang indah atau yang praktis?

Menengok kotak memory yang isinya foto foto lama saya berambut panjang. Kok kayaknya kangen ya punya rambut panjang, yang kalau habis nyalon dan blow masuk tuh indaaah banget kesannya.

Tapi kalau dijalani sehari hari. Dibalik itu banyak susahnya. Berhubung rambut saya super lurus kayak orang dismoothing. Jadilah rambut saya yang di trap itu tiap pagi ngebebek. Pilihannya keramas tiap hari atau ngeblow tiap pagi atau yaaa terima aja rambut bebeknya.

Dulu sih masih rajin mau repot pagi pagi blow atau catok. Tapi makin dewasa (maaf ya saya belum tua) ngerasa itu tuh repot. Jadi yang praktis ya rambut pendek. Tinggal basahin dan sisir dikir beres deh, tanpa blow atau catok. Keramas pun engga perlu tiap hari.

Sayangnya sang pacar protes pengen rambut saya panjang lagi. Saya sih iya aja, kangen juga sebenernya. Toh tiap hari juga proses pemanjangan rambut. Tapi kalau udah bikin susah diri. Ya saya lebih milih mendekin lagi rambutnya. Karena panjang pendeknya rambut mempengaruhi beberapa menit waktu tidur saya. Haha. Kan kalo beneran sayang bukan karna rambut panjang atau pendek :p

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s