Getting Married

Saya termasuk seseorang yang ingin menikah diusia muda. Sekitar 23 -25 tahun, jadi tetep ada waktu beberapa tahun untuk bebas, bekerja dan tralalatrilili.Berhubung saya dan teman saya ini menjalani hubungan yang bukan anak SMA lagi, jadi tentu hal ini sudah saya bicarakan jauh jauh hari, setidaknya agar dia tahu apa yang jadi resikonya. Belum lagi orang tua saya juga tipikal yang ingin anaknya engga usah pacaran lama lama tapi cepet cepet nikah, ya wajar sih namanya juga orang tua.

Tapi disini perbedaan terjadi, bukan karna kita berbeda menanggapi hubungan ini dan engga mau dibawa serius atau apa. Tapi menurut dia, berani mengambil tindakan untuk membawa anak orang itu bukan perkara sepele. Menikah bukan cuma sekedar ijab kabul terus udah, tapi menikah itu bagaimana mengurus segala sesuatunya berdua (ngurus tagihan listrik, telepon, makan, pajak dan lainnya) tanpa campur tangan orang tua lagi, bukan tidak boleh membantu tapi kitanya harus bisa mandiri dan tidak bergantung lagi.Ya bagus sih sebenarnya dia mikir seperti itu, daripada yang iya iya aja lalu engga mikirin semua itu terus nanti kita makan apa?

Bukan berarti saya engga mikirin hal itu, saya tau kok menikah itu punya tanggung jawab yang besar, kalau diibaratkan itu seperti anak burung yang terbang meninggalkan sarang, harus bisa terbang sendiri dan cari makan sendiri engga bisa lagi nungguin induknya yang bawa cacing lalu disuapin ke anaknya satu satu. Tapi toh nikah juga ibadah, dan pasti Allah bakal ngasih pertolongan untuk hambanya dan mungkin pertolongannya lewat orang tua, selama itu hasil kerja kita buat saya itu engga masalah asal bukan kita engga ngapa-ngapain tapi dapet uang saku dari orang tua padahal udah ngebina rumah tangga sendiri.

Nah disini yang mulai jadi perbincangan kadang kandang kalau lagi sempet bertemu, dia baru berani untuk membina rumah tangga saat sudah settle minimal punya rumah dan kendaraan, engga harus besar atau mewah tapi cukup dan itu milik dia sendiri. Sedangkan untuk bisa segitu umur berapa, saya berdoa usia 24 dia udah bisa settle, tapi menurut survey cowo biasanya umur 28 atau 30an baru settle NAH LOH!! hahaha entah saya yang ngalah nikahnya jadi umur sekian sekian atau dia yang ngalah saya boleh nikah sama orang lain. we’ll see 😉

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s